03 Desember 2008
12 Mei 2008
SISTEM INFORMASI HOTEL
System informasi hotel menspesifikasi system informasi pencatatan, mengolah, mengekstraksi dan mengkomunikasikan data tentang aktivitas yang terjadi didalam Hotel. Tujuan adanya system informasi hotel ini adalah tersedianya layanan penempatan tamu yang efisien pada kamar yang tersedia, dan layanan yang ramah demi memberi suasana yang nyaman kepada para tamu.
Tujuan adanya pengorganisasian peda system informasi hotel ini agar tersedianya karyawan yang professional, terampil dan ramah, dalam menjalankan tugas-tugas bagi staf manajemen dan staf pengelolaan sumber daya hotel.
Untuk mengetahui alur kerja dar system informasi hotel ini dapat diperlihatkan dari diagram konteks system informasi hotel berikut ini :
Tujuan adanya pengorganisasian peda system informasi hotel ini agar tersedianya karyawan yang professional, terampil dan ramah, dalam menjalankan tugas-tugas bagi staf manajemen dan staf pengelolaan sumber daya hotel.
Untuk mengetahui alur kerja dar system informasi hotel ini dapat diperlihatkan dari diagram konteks system informasi hotel berikut ini :
Diagram konteks merupakan DFD yang memberikan gambaran umum dari system perangkat lunak, memberikan gambaran alur proses yang terjadi didalam system tersebut.
Komponen Threat
Untuk menganalisis kemungkinan kerusakan pada sistem, dalam hal ini sistem informasi hotel, maka terlebih dahulu perlu diketahui komponen-komponen yang berkaitan baik secara langsung atau tidak dengan sistem informasi tersebut.
a. Aset
Aset dari sistem informasi hotel ini yaitu sistem pengolahan informasi perhotelan yang mencakup :
1. Front Office
Berkaitan dengan pelayanan tamu, meliputi check-in, check-out dan biaya inap
2. Bagian keuangan
Berkaitan dengan pencatatan cash-flow, neraca keuangan, tagihan hotel serta hutang-piutang hotel.
3. Bagian kepegawaian
Berkaitan dengan data pegawai.
4. Bagian laundry
Berkaitan dengan pelayanan laundry
5. Bagian travel agent
Berkaitan dengan pelayanan perjalanan
6. Bagian F&B
Berkaitan dengan pelayanan makanan dan minuman.
Selain aset berupa piranti lunak diatas tentu saja didukung oleh aset-aset fisik meliputi :
1. Komputer server
Komputer yang menyediakan resources untuk system.
2. Komputer client
Komputer yang terhubung dengan server, yang digunakan oleh operator untuk menjalankan sistem.
3. Infrastruktur jaringan
Terdiri dari beberapa komponen penghubung antar komputer client dan komputer client ke komputer server
4. Power supply
Komponen yang menyediakan suplai listrik ke keseluruhan sistem.
b. Jalur Akses
Sistem informasi ini terbatas hanya pada lingkungan internal hotel (tidak terhubung ke internet) sehingga akses terhadap sistem hotel hanya dapat dilakukan oleh para operator dari sistem tersebut (internal). Dengan demikian tidak memungkinkan adanya akses terhadap sistem dari pihak luar hotel.
c. Pelaku
Dari jalur akses yang telah diuraikan sebelumnya, maka kemungkinan pelaku threat berasal dari lingkungan internal pengguna sistem informasi hotel tersebut.
d. Penyebab
Threat pada sistem informasi hotel ini bisa diakibatkan oleh adanya aspek accidental dan deliberate.
Unsur accidental (kecelakaan/tidak disengaja) misalnya kerusakan software, adanya malicious code, system-crash (hang), kerusakan hardware, kerusakan jaringan, kerusakan pada power supply, bencana alam dan pencurian.
Unsur deliberate (kesengajaan) misalnya pencurian data, kesengajaan perusakan jaringan
e. Akibat
Akibat yang ditimbulkan dari threat yang mungkin terjadi tersebut antara lain : kegagalan sistem dalam penyediaan informasi, kekacauan tagihan biaya penginapan, hilangnya data, kegagalan operasi, kerugian finansial, kehilangan kepercayaan dari konsumen.
Taxnonomies Attacks
Taksonomy atau pengklasifikasian penyerangan terhadap sistem yang dapat menimbulkan adanya threat berfungsi untuk mengidentifikasi upaya-upaya apa saja, dan serangan-serangan yang akan ditimbulkan oleh threat. Dengan adanya usaha-usaha ini diharapkan akan meminimalisasi kemungkinan terjadinya kerusakan sistem pada jaringan sistem informasi hotel.
Taksonomy (klasifikasi) attacks pada sistem informasi hotel ini dapat dibagi menjadi gangguan yang datang dari luar dan gangguan yang berasal dari dalam.
Gangguan dari dalam (internal) antara lain :
• Pengguna sistem yang melakukan kesalahan terhadap pengolahan data.
• Adanya pendukung sistem yang mengalami gangguan sehingga mengakibatkan berhentinya sistem itu sendiri. Misalnya mati listrik yang diakibatkan korsleting listrik, komputer rusak/ hang (kerusakan hardware maupun kerusakan software), kerusakan jaringan dan gangguan lainnya.
Sedangkan gangguan yang datang dari pihak luar antara lain :
• Adanya virus
• Pencurian data maupun bentuk kejahatan lainnya dari pihak luar yang mengakibatkan hilang atau rusaknya data yang terdapat didalam sistem.
• Adanya bencana alam yang tidak terduga.
Berikut ini merupakan tabel taxonomy ”Attack” dari sistem informasi hotel:
Komponen Threat
a. Aset
Aset dari sistem informasi hotel ini yaitu sistem pengolahan informasi perhotelan yang mencakup :
1. Front Office
Berkaitan dengan pelayanan tamu, meliputi check-in, check-out dan biaya inap
2. Bagian keuangan
Berkaitan dengan pencatatan cash-flow, neraca keuangan, tagihan hotel serta hutang-piutang hotel.
3. Bagian kepegawaian
Berkaitan dengan data pegawai.
4. Bagian laundry
Berkaitan dengan pelayanan laundry
5. Bagian travel agent
Berkaitan dengan pelayanan perjalanan
6. Bagian F&B
Berkaitan dengan pelayanan makanan dan minuman.
Selain aset berupa piranti lunak diatas tentu saja didukung oleh aset-aset fisik meliputi :
1. Komputer server
Komputer yang menyediakan resources untuk system.
2. Komputer client
Komputer yang terhubung dengan server, yang digunakan oleh operator untuk menjalankan sistem.
3. Infrastruktur jaringan
Terdiri dari beberapa komponen penghubung antar komputer client dan komputer client ke komputer server
4. Power supply
Komponen yang menyediakan suplai listrik ke keseluruhan sistem.
b. Jalur Akses
Sistem informasi ini terbatas hanya pada lingkungan internal hotel (tidak terhubung ke internet) sehingga akses terhadap sistem hotel hanya dapat dilakukan oleh para operator dari sistem tersebut (internal). Dengan demikian tidak memungkinkan adanya akses terhadap sistem dari pihak luar hotel.
c. Pelaku
Dari jalur akses yang telah diuraikan sebelumnya, maka kemungkinan pelaku threat berasal dari lingkungan internal pengguna sistem informasi hotel tersebut.
d. Penyebab
Threat pada sistem informasi hotel ini bisa diakibatkan oleh adanya aspek accidental dan deliberate.
Unsur accidental (kecelakaan/tidak disengaja) misalnya kerusakan software, adanya malicious code, system-crash (hang), kerusakan hardware, kerusakan jaringan, kerusakan pada power supply, bencana alam dan pencurian.
Unsur deliberate (kesengajaan) misalnya pencurian data, kesengajaan perusakan jaringan
e. Akibat
Akibat yang ditimbulkan dari threat yang mungkin terjadi tersebut antara lain : kegagalan sistem dalam penyediaan informasi, kekacauan tagihan biaya penginapan, hilangnya data, kegagalan operasi, kerugian finansial, kehilangan kepercayaan dari konsumen.
Taxnonomies Attacks
Taksonomy (klasifikasi) attacks pada sistem informasi hotel ini dapat dibagi menjadi gangguan yang datang dari luar dan gangguan yang berasal dari dalam.
Gangguan dari dalam (internal) antara lain :
• Pengguna sistem yang melakukan kesalahan terhadap pengolahan data.
• Adanya pendukung sistem yang mengalami gangguan sehingga mengakibatkan berhentinya sistem itu sendiri. Misalnya mati listrik yang diakibatkan korsleting listrik, komputer rusak/ hang (kerusakan hardware maupun kerusakan software), kerusakan jaringan dan gangguan lainnya.
Sedangkan gangguan yang datang dari pihak luar antara lain :
• Adanya virus
• Pencurian data maupun bentuk kejahatan lainnya dari pihak luar yang mengakibatkan hilang atau rusaknya data yang terdapat didalam sistem.
• Adanya bencana alam yang tidak terduga.
Berikut ini merupakan tabel taxonomy ”Attack” dari sistem informasi hotel:
Dari data diatas dapat kita simpulkan melaui grafik berikut.
24 Maret 2008
Teknologi ultrasonografi (USG)
Mengetahui kondisi janin dalam rahim, adalah keinginan semua pasangan suami-istri (pasutri). Namun, fasilitas ultrasonografi (USG) yang ada selama ini, rupanya belum bisa memenuhi keinginan itu. Kini, impian para pasutri ini bisa terwujud.
Sebuah teknologi USG terbaru telah hadir di Indonesia. Tepatnya, di rumah sakit ibu dan anak (RSIA) Family. "Teknologi baru ini disebut Real Time 4D Technology," kata dr Johny Herman SpOG, Direktur Utama RSIA tersebut. Kehadiran teknologi ini di Indonesia adalah untuk kali yang pertama dan masih satu-satunya.
Baca selengkapnya……
Melalui teknologi ini, pergerakan janin di dalam rahim bisa dipantau lebih jelas. "Bentuk janin pun tampak sangat jelas," kata dr med Dario Turk SpOG, staf medis RSIA yang ahli dalam menggunakan peralatan tersebut.
Teknologi baru ini merupakan pengembangan dari teknologi 3D yang bisa merekam janin berupa gambar statis (tak bergerak). Pada teknologi 4D, gambar yang ditampilkan adalah gambar bergerak dan bisa dilihat dari berbagai sisi karena ada panel untuk merotasi (memutar) gambar. "Pada usia 11 hingga 14 minggu, 7-80 persen kelainan bisa terdeteksi," jelas ahli kandungan yang berkebangsaan Kroasia ini. Termasuk, kalau janin itu kembar siam atau janin yang hidrosefalus (kepalanya besar). Bahkan, organ dalam tubuh janin pun bisa dideteksi. Ini karena alat ini tersebut mampu menampakkan kondisi bagian per bagian janin.
Caranya, janin direkam dalam bentuk 3D. Selanjutnya, dengan teknologi komputer, gambar tubuh janin itu diiris di bagian yang dikehendaki. Lalu, gambar dirotasi hingga bagian dalam irisan itu nampak dengan jelas. "Kalau daerah kepala yang kita iris secara horisontal, kelainan yang ada pada otak, bisa terdeteksi," jelasnya. Termasuk, jika ada tulang tengkorak yang mendesak otak.
Kelainan seperti downsyndrom pun bisa dideteksi. "Kelainan ini bisa diketahui dengan mengukur tulang hidung," jelas Dario. Pasalnya, kelainan tulang hidung diketahui sebagai gejala terbaru downsyndrom.
Alat yang kali pertama dibuat oleh Australia pada Mei 2000 ini terdiri atas layar monitor yang dilengkapi dengan keyboard seperti komputer. Selain itu, juga ada tombol-tombol dengan berbagai fungsi, salah satunya untuk merotasi gambar. Ada pula sensor untuk ditempelkan di perut ibu untuk merekam gambar janin.
Pada teknologi USG yang konvensional, tampilan janin di layar monitor hanya terlihat samar-samar. Karenanya, tak heran kalau terkadang terjadi kesalahan diagnosis. "Namun, dengan real time 4D technology, pasutri bisa melihat wajah, tubuh, anggota tubuh, posisi dan gerakan janin yang lebih jelas," ungkapnya.
Mereka juga bisa melihat tingkah si janin yang terkadang membuka mulut seperti bayi yang menangis. Dokter pun bisa melakukan diagnosis terhadap kesehatan janin dengan lebih tepat. Untuk ukuran teknologi baru dan satu-satunya biayanya pun bisa dikatakan murah. Yaitu, 750 ribu rupiah.
Sebuah teknologi USG terbaru telah hadir di Indonesia. Tepatnya, di rumah sakit ibu dan anak (RSIA) Family. "Teknologi baru ini disebut Real Time 4D Technology," kata dr Johny Herman SpOG, Direktur Utama RSIA tersebut. Kehadiran teknologi ini di Indonesia adalah untuk kali yang pertama dan masih satu-satunya.
Baca selengkapnya……
Melalui teknologi ini, pergerakan janin di dalam rahim bisa dipantau lebih jelas. "Bentuk janin pun tampak sangat jelas," kata dr med Dario Turk SpOG, staf medis RSIA yang ahli dalam menggunakan peralatan tersebut.
Teknologi baru ini merupakan pengembangan dari teknologi 3D yang bisa merekam janin berupa gambar statis (tak bergerak). Pada teknologi 4D, gambar yang ditampilkan adalah gambar bergerak dan bisa dilihat dari berbagai sisi karena ada panel untuk merotasi (memutar) gambar. "Pada usia 11 hingga 14 minggu, 7-80 persen kelainan bisa terdeteksi," jelas ahli kandungan yang berkebangsaan Kroasia ini. Termasuk, kalau janin itu kembar siam atau janin yang hidrosefalus (kepalanya besar). Bahkan, organ dalam tubuh janin pun bisa dideteksi. Ini karena alat ini tersebut mampu menampakkan kondisi bagian per bagian janin.
Caranya, janin direkam dalam bentuk 3D. Selanjutnya, dengan teknologi komputer, gambar tubuh janin itu diiris di bagian yang dikehendaki. Lalu, gambar dirotasi hingga bagian dalam irisan itu nampak dengan jelas. "Kalau daerah kepala yang kita iris secara horisontal, kelainan yang ada pada otak, bisa terdeteksi," jelasnya. Termasuk, jika ada tulang tengkorak yang mendesak otak.
Kelainan seperti downsyndrom pun bisa dideteksi. "Kelainan ini bisa diketahui dengan mengukur tulang hidung," jelas Dario. Pasalnya, kelainan tulang hidung diketahui sebagai gejala terbaru downsyndrom.
Alat yang kali pertama dibuat oleh Australia pada Mei 2000 ini terdiri atas layar monitor yang dilengkapi dengan keyboard seperti komputer. Selain itu, juga ada tombol-tombol dengan berbagai fungsi, salah satunya untuk merotasi gambar. Ada pula sensor untuk ditempelkan di perut ibu untuk merekam gambar janin.
Pada teknologi USG yang konvensional, tampilan janin di layar monitor hanya terlihat samar-samar. Karenanya, tak heran kalau terkadang terjadi kesalahan diagnosis. "Namun, dengan real time 4D technology, pasutri bisa melihat wajah, tubuh, anggota tubuh, posisi dan gerakan janin yang lebih jelas," ungkapnya.
Mereka juga bisa melihat tingkah si janin yang terkadang membuka mulut seperti bayi yang menangis. Dokter pun bisa melakukan diagnosis terhadap kesehatan janin dengan lebih tepat. Untuk ukuran teknologi baru dan satu-satunya biayanya pun bisa dikatakan murah. Yaitu, 750 ribu rupiah.
23 Maret 2008
TEKNOLOGI PENGENDALIAN PINTU LINTASAN KERETA API SECARA OTOMATIS

emajuan teknologi saat ini semakin berkebang, contohnya saja komputer. Komputer adalah suatu alat elektronik yang digunakan untuk pengolahan data. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya bidang-bidang usaha yang menggunakan komputer sebagai alat bantu pengolahan data karena dapat menciptakan efisiensi kerja.
Dalam hal ini diperlukan suatu alat yang dikendalikan menggunakan komputer, kami mengadakan percobaan merancang alat yang penggunaan nya menggunakn komputer. Dengan output arus ke alat di berikan melalui interface pararell port sedangkan input ke komputer diambil dari sinyal keyboard sehingga alat tersebut dapat difungsikan dan dapat dikendalikan oleh komputer, oleh karena itu diperluka suatu bahasa pemrograman VISUAL BASIC.
Dengan diciptakannya teknologi ini kita dapat meningkatkan sistem keamanan di penyebrangan rel kereta api dan secara tidak langsung kita dapat memperkecil angka kecelakaan lalu lintas di persilangan jalan raya dengan rel kereta api.
Baca lebih lengkapnya…
Untuk peralatan yang digunakan dalam praktek pembuatan miniature palang pintu rel kereta api adalah sebagai berikut:
1. Solder
Digunakan untuk merekatkan antar komponen pada papan PCB (Printed Circuit Board) dengan menggunakan tinol atau timah.
2. Multitester
Multitester adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur berbagai besaran listrik dan juga menguji komponen elektronik yang baik maupun yang rusajk.
Setelah data dan alat telah berhasil didapat maka langkah selanjutnya mengadakan percobaan yaitu merangkai rangkaian gerbang pintu dengan menggunakan bahan-bahan sebagai berikut:
1. Transformator 1 Ampere CT
Digunakan sebagai pengubah arus AC ke DC. Voltase yang digunakan 9 Volt dan 12 Volt. Pada 12 Volt digunakan untuk menggerakan relaysedangkan 9 Volt untuk menggerakan motor listrik DC.
2. Empat buah Dioda 1 Ampere
3. Kapasitor (elco) 25 Volt/2200 µf
4. Dua buah Resistor
Dua buah resistor digunakan untuk menghambat tegangan yang keluar dari parallel port dan masuk kedalam transistor. Tegangan yang masuk ke transistor disesuaikan dengan tegangan maksimal yang dapat diberikan transistor.
5. Tiga buah Relay 12 Volt
Relay digunakan sebagai saklar arus 6 Volt dari power supply agar tegangan yang masuk ke motor DC dapat di bolak balik polaritas (+) dan polaritas (-) nya sehingga motor listrik dapat berputar bolak balik.
6. PCB (Printed Circuit Board) yang biasa disebut PCB IC
7. Tiga buah Transistor, Transistor yang digunakn berjenis NPN
8. Satu buah motor DC yang dapat bergerak bolak balik
CARA KERJA MINIATUR
a. Perputaran Motor DC
Motor AC/DC akan berputar apabila diberikan arus listrik yang telah di hubungkan ke motor DC tersebut. Proses arah perputaran motor DC diatur oleh arus +5 Volt ataupu ground yang dihubungkan ke kaki motor. Sehingga dengan menggunakan relay dan transistor sebagai sakalar dapat menghasilkan perputaran yang berlawanan.
b. Pembacaan LDR (Ligh Dipendent Resistor)
Proses pembacaan LDR pada alat adalah dengan menutupi sensor menggunakan sebuah benda yang berjalan melewati sensor yang telah dipasang dan diberikan cahaya lampu, maka ketika benda melewati sensor akan member input ke komputer melalui keyboard.
c. Pengendalian Palang Pintu Rel Kereta Api
Setelah input dikirimkan LDR dibaca oleh program, langkah selanjunya input tersebut diproses dalam program dan dari program akan mengirimkan output berupa arus sebesar 5 Volt melalui port printer ke alat. Setelah alat menerima input dari program maka alat dapat bekerja dan proses selanjutnya pembacaan oleh motor DC, jika arus yang diberikan oleh relay pertama ke motor, maka relay kedua mengirimkan ground ke motor DC, begitu pula ketika relay kedua memberikan arus ke motor DC, maka relay pertama menjadi ground pada moto DC.
d. Cara kerja Rangkaian
Dalam melakukan pengendalian motor DC, apabila motor berputar baik membuka atau menutup register data1 bernilai-1 (+5 Volt) dalam proses membuka, tegangan listrik yang dikirimkan ke transistor melalui port printer dengan alamat register data-0 bernilai 1 (+5 Volt) yang akan mengalirkan arus listrik dari kolektor ke emitor yang menghubungkan teganagn 12 Volt denga ground pada relay dan relai-1 akan bekerja menjad aktif dan kaki-1 pada motor DC bernoilai +5 Volt. Sedangkan alamat register data-2 bernilai 0 (0 Volt), sehingga transistor tidak bekerja dan relay dalam kondisi tidak aktif yang akan mengirimka sinyal ground ke kaki 2 pada motor DC.
e. Alat Masukan dan Pengeluaran
• Mouse
Mouse adalah alat input yang mengatur posisi kursor dilayar, mouse biasanya menggunakan antar muka serial atau USB.
• Keyboard
Keyboard berfungsi sebagai alat input ke komputer dan setiap tombol pada keyboard memiliki kode ASCII yang masing-masing berbeda antara satu dengan lainnya.
f. Penanganan Interface (antarmuka)
Interface yaitu suatu media penghubung antara suatu perangkat tau alat lainnya. Interface yang digunakan adalah dengan menggunakan parallel port ataupun port printer.
g. Pemrograman Visual Basic.
Visual basi merupakan salah satu bahasa pemrograman tingkat tinggi (High Level Language) yang dikeluarkan oleh perusahaan softwere terkemuka di dunia yaitu Microsoft. Selai itu Visual Basic juga merupakan pemrograman kendali kerja kejadian, artinya program menunggu sampai adanya respon dari pemakai berupa event atau kejadian tertentu (interaksi). Dengan banyaknya komponen control yang disediakan oleh Visual Basic, ini membuat para programmer dan pengembang aplikasi lebih mudah dalam pembuatan aplikasinya.
TEKNOLOGI BIOMETRIC ALBox FP1500

Pada dasarnya pada diri setiap manusia memiliki sesuatu yang unik/khas yang hanya dimiliki oleh dirinya sendiri. Hal ini menimbulkan gagasan untuk menjadikan keunikan manusia itu sebagai identitas diri. Hal ini harus didukung oleh teknologi yang secara otomatis bisa mengidentifikasi/ pengenali seseorang dengan memanfaatkan teknologi semikonduktor yang semakin hari ukurannya bisa semakin kecil. Teknologi ini disebut sebagai biometrik. Biometrik adalah metode untuk mengindentifikasi atau mengenali seseorang berdasarkan karakteristik fisik atau perilakunya.
Bagian-bagian dari tubuh manusia yang bersifat unik/ spesifik dan juga akurat adalah :
o Sidik jari
o Struktur wajah
o Iris dan retina mata
Pada saat ini teknologi yang paling berkembang adalah pengenalan sidik jari. Dengan perkembangannya yang pesat dan jumlah pemakai yang terus meningkat, maka teknologi sidik jari bisa didapatkan dengan harga yang sangat bersaing dengan system sebelumnya ( mekanik/barcode/magnetic/proximity ).
Sidik Jari Manusia
Teknologi identifikasi sidik jari berdasarkan fakta bahwa setiap sidik jari adalah unik. Verifikasi system menggunakan kontur dan flat image dari jari dan membandingkannya.
Sidik jari manusia biasanya diklasifikasikan berdasarkan Henry System :
• Loop kiri
• Loop kanan
• Arch
• Tented arch
• Whorl

Biasanya 2/3 dari sidik jari berbentuk Loop, 1/3 berbentuk Whorl, dan 5-10% berbentuk Arches.

Perbandingan Dengan Sistem Konvensional
Sistem konvensional yang dimaksud adalah sistem mekanik dimana setiap karyawa n harus memasukkan sebuah kartu absensi ke dalam mesin absensi dan akan dicetak jam absensinya, dan juga sistem yang lebih canggih yaitu dengan menggunakan badge. Badge ada tiga jenis yaitu barcode, magnetik, dan proximity, biasanya cara memakainya dengan menggesek kartu itu ke alat absensi atau dengan cara mendekatkannya saja.
Pada sistem konvensional, karyawan bisa melakukan absensi tanpa dia harus hadir disitu, karena dia bisa menitipkannya kepada rekan kerja dia. Jadi data absensi karyawan bisa jadi diragukan kebenarannya karena sulit diketahui apakah karyawan benar-benar melakukan absen sendiri atau diabsenkan oleh temannya.
Sebagian besar masalah yang terjadi di perusahaan adalah kurangnya itikad baik dari karyawan untuk melakukan absensi sendiri, jadi perusahaan tentu akan diuntungkan yaitu karyawan menjadi lebih disiplin waktu, menekan biaya yang seharusnya tidak perlu untuk menggaji karyawan, dan meningkatkan
produktifitas karena karyawan akan benar-benar hadir pada jam kerja. Di sisi lain, karena data absensi otomatis masuk ke komputer tanpa memasukkan data absen secara manual, karyawan akan terhindar dari kesalahan penghitungan jam kerja dan gaji.
Absensi dengan sistem konvensional juga menimbulkan biaya tambahan yang rutin, yaitu untuk membeli kartu absen kosong tiap bulannya, atau untuk yang badge perlu biaya tambahan untuk membeli badge oleh karena rusak, hilang, adanya karyawan baru, mutasi, dsb.
Solusi : Sistem Absensi Sidik Jari
Berdasarkan hasil riset dari International Biometric Group, lebih dari 50% industri biometrik lebih suka menggunakan apli kasi sidik jari untuk produk mereka daripada menggunakan identifikasi biometrik lainnnya ( seperti Iris, Suara, Pengenalan Wajah, dsb ).
Ada berbagai alasan untuk menggunakan identifikasi sidik jari sebagai system absensi perusahaan :
a. Harga yang relatif lebih murah dibanding sistem biometrik lainnya.
b. Tidak memungkinkan penitipan absen.
c. Bisa menekan pengeluaran fiktif perusahaan, seperti uang lembur, uang hadir, catatan prestasi karyawan, dsb.
d. Meningkatkan produktifitas perusahaan, karena lebih memicu karyawan untuk hadir tepat waktu dan kehadirannya tidak fiktif.
e. Data langsung masuk ke komputer, bisa langsung diolah untuk pembuatan laporan.
Sensor yang digunakan untuk mendeteksi sidik jari menggunakan sistem optikal, dimana pendeteksian dilakukan dengan pembacaan kontur (tinggi rendahnya permukaan) sidik jari dan listrik statis tubuh. Hal ini menghasilkan tingkat keamanan yang tinggi karena tidak bisa dipalsukan dengan fotocopy sidik jari atau sidik jari tiruan.
PRODUK ALBox FP1500
Bagaimana jika ada perusahaan yang memiliki karyawan ratusan hingga ribuan orang? Ada produk- produk dari ALBox FP1500 yang mampu menampung 1.000 sidik jari per unit, dan 50.000 memory transaksi bisa disimpan, memory ini tidak akan hilang walaupun listrik mati. Untuk mengurangi jumlah dan waktu antrean, maka bisa menggunakan lebih dari satu unit alat ini, semua alat dihubungkan dengan sebuah jaringan ( Ethernet TCP/IP atau RS -485 ), dan cukup menggunakan sebuah komputer untuk pengelolaan data dan pembuatan laporan. Hal ini akan membantu untuk perusahaan yang memiliki beberapa pintu masuk atau beberapa gedung, karyawan bisa melakukan absensi di tempat yang paling dekat dengan tempat kerjanya. Untuk satu alat dianjurkan maksimum 300 orang antrean, agar waktu antrean bisa cepat, yaitu sekitar 15 menit, dihitung dari orang yang pertama sampai yang terakhir.
FITUR DETIL ALBox FP1500
o Memiliki memory registrasi 1000 template fingerprint, apabila setiap karyawan direkam masing- masing 1 sidik jarinya, maka alat ini bisa menampung 1000 karyawan per unit alat. Apabila masing-masing karyawan direkam 2 sidik jarinya ( misalnya telunjuk kanan dan telunjuk kiri ), maka alat ini menampung 500 karyawan per unit alat. Data tidak akan hilang apabila didownload ataupun saat listrik mati.
o Memiliki memory transaksi 50.000 transaksi. Misalnya ada 500 karyawan dan dalam satu hari ada2 kali transaksi absensi ( datang & pulang ), berarti ada 1.000 transaksi per hari, maka memory akan penuh dalam 50 hari. Data transaksi absensi dianjurkan didownload ke komputer sebelum memory penuh, bisa setiap hari atau per minggu atau per bulan, sesuai kebutuhan. Data transaksi harus dihapus setelah didownload agar memory transaksi ini kembali kosong. Data tidak akan hilang apabila listrik mati.
o Bisa multi-terminal, yaitu dalam satu jaringan memungkinkan untuk dipasang hingga 250 unit alat ( dengan koneksi TCP/IP ) atau maksimum 32 unit alat ( dengan RS -485 ). Sesuai dengan banyaknya jumlah karyawan dan jumlah antrean yang bakal terjadi, maka disarankan agar setiap alat di-antre oleh 200 -300 karyawan saja. Perkiraan dengan 250 antrean, maka dalam 12 – 15 menit absensi akan selesai ( verifikasi alat hanya 1 detik, namun juga harus diperhitungkan waktu untuk ketik ID dan pergeseran antrean ). Jika jumlah antrean lebih dari 300 karyawan ( pada
‘peak hour’ ), maka disarankan untuk memasang lebih dari 1 unit alat. Walaupun memasang lebih dari 1 unit FP1500, cukup dibutuhkan 1 komputer saja untuk pengolahan data dan pembuatan laporan.
o Konektifitas melalui RS-232, RS-485, dan TCP/IP. Maksimum jumlah alat per komputer dan maksimum panjang kabelnya adalah : RS -232 ( 1 unit/PC, kabel max 20 m ); RS-485 ( 32 unit/PC, kabel max 1.200 m, diperlukan converter RS-232 to RS-485 ); TCP/IP ( 250 unit/PC, kabel max 100 m ke Switch/Hub yang terdekat menggunakan UTP CAT5E ).
o Cara absen ada 2 cara : Ketik ID ( nomor absensi, max 5 angka ) dilanjutkan scan jari, atau cara kedua yaitu tanpa ketik ID tapi langsung scan jari. Cara kedua ini disarankan hanya untuk perusahaan yang memiliki karyawan dibawah 100 orang. Untuk jumlah karyawan diatas 100 orang maka sebaiknya tekan nomor ID dahulu untuk mempercepat proses pencarian data di dalam alat.
o Bisa beroperasi secara stand-alone, komputer tidak perlu dinyalakan pada saat jam absensi
o Fasilitas ‘Sleep Mode & Idle Time’, yaitu fasilitas untuk memperpanjang usia alat absen dengan cara alat absen akan otomatis mati dalam waktu yang kita tentukan, yaitu apabila selama waktu tsb tidak terjadi transaksi. Alat bisa dihidupkan kembali dengan menekan tombol tertentu di alat tersebut.
o Ada 3 metode absensi : menggunakan fingerprint saja, menggunakan password/PIN, atau gabungan fingerprint dan password. Pada kondisi normal digunakan metode fingerprint saja ( Ketik ID + scan jari ), namun sebagian kecil karyawan ada yang memiliki kulit jari yang tidak memadai untuk dibaca oleh sensor ( aus, tipis, pecah-pecah, sering mengelupas ). Apabila sensor sudah tidak sanggup untuk mendeteksi keberadaan sidik jari karyawan tersebut, maka absensi bisa dilakukan dengan menggunakan password/PIN ( Cara absensinya : ketik ID + ketik PIN ). Namun untuk orang -orang ini perlu dilakukan pengawasan ekstra karena dengan menggunakan PIN maka masih bisa titip absen. Metode ketiga diperlukan untuk ‘double security’, yaitu apabila alat ini digunakan untuk akses kontrol ( membuka pintu dengan tambahan Electric Lock ), jadi untuk membuka sebuah pintu dilakukan dengan cara ketik ID + ketik PIN + scan jari.
o Variasi jam absen : 2 kali per hari(Datang – Pulang) atau 4 kali per hari (Datang – Istirahat - Selesai Istirahat - Pulang).
o Ada pembatasan jam absensi yang diijinkan, misalnya absensi pagi hanya diperbolehkan dari jam
06:00 hingga 09:00, diluar jam tersebut dianggap tidak masuk.
o Pola penjadualan flexible, bisa pola yang beraturan ataupun pola yang tidak beraturan. Cocok untuk perusahaan yang memiliki beberapa shift kerja, dan disertai rolling shift kerja. Juga memungkinkan untuk terjadinya pertukaran jam kerja antar karyawan.
o Fasilitas mencatat : sakit, ijin, dan cuti, serta koreksi transaksi absensi.
o Laporan absensi seperti : absen datang, absen pulang, jumlah keterlambatan, jumlah pulang cepat, jumlah jam lembur, jumlah jam kerja, efisiensi jam kerja, dan keterangan apabila tidak hadir.
o Jangka laporan bisa harian, bulanan, laporan bentuk terperinci, dan rekapituliasi.
VALIDASI ABSENSI
Ada beberapa indikator yang berfungsi untuk menunjukkan bahwa absensi telah berhasil dicatat pada memory alat. Untuk lebih mempermudah, maka ada beberapa indikator yang ditampilkan sekaligus, yaitu
• Tertampil nama dan nomor ID pada layar LCD.
• Terdengar suara ‘Thank you’.
• Terdengar suara ‘Beep’ pendek.
• Lampu LED hijau menyala.

03 Maret 2008
TEKNOLOGI DUNIA PERFILMAN
erkembangan perfilman di dunia ini sudah semakin pesat, itu terbukti dengan bermunculannya berbagai film dengan tema dan ciri khasnya masing masing. Ada film yang mengangkat tema tentang dunia horror, tentag percintaan ,tentang agama dan lain sebagainya. Kebanyakan film-film tersebut menuai kesuksesan yang besar dalam peluncurannya. Selain di dukung oleh pemain dan sutradara yang hebat kesuksesan film itu juga tidak luput dari pentingnya peranan teknologi didalamnya, seperti teknik shooting, lighting, editing, animasi dan lain sebagainya.
Dunia visual yang menggunakan animasi memang sudah meluas. Tidak sebatas perfilman saja, dunia periklanan dan video klip juga sudah mulai beralih untuk menghadirkan sentuhan animasi dalam mendramatisasi keadaan dan berbagai macam unsur lainnya. Tidak seperti dulu, yang semuanya serba manual. Juga tidak hanya hasil foto yang bisa di-retouch dan diutak-atik sedemikian rupa, gambar bergerak pun bisa.
Tentu tak sedikit dari kita yang mempertanyakan dengan teknologi apa dan bagaimana film-film kreatif ini dibuat. Ternyata, kunci pembuatan film-film ini adalah sebuah aplikasi komputer grafis yang disebut computer generated imagery (CGI). Dengan perangkat lunak ini bisa diciptakan gambar 3D lengkap dengan berbagai efek yang dikehendaki. Beberapa software CGI populer antara lain Art of Illusion, Maya, Blender, dan lain-lain.
Perkembangan teknologi aplikasi computer grafis CGI dimulai dari CGI 2D. CGI 2D dipakai pertama kali pada film Westworld (1973) karya novelis scifi Michael Crichton dan sekuelnya Futureworld (1976) menggunakan CGI 3D untuk membuat tangan dan wajah yang dikerjakan oleh Edwin Catmull, ahli komputer grafik dari New York Institute of Technology (NYIT). Tapi, tidak semua film berhasil memberikan sentuhan animasi yang bagus. Film Tron (1982) dan The Last Starfighter (1984) termasuk yang gagal karena efek yang mereka berikan kelihatan sekali buatan komputer.
Di tahun 1991 film Terminator 2: Judgement Day yang dibintangi Gubernur California sekarang Arnold Schwarzeneger membuat decak kagum penonton dengan efek morphing (perubahan dari satu wajah/bentuk ke wajah/bentuk yang lain secara halus) dan liquid metal si penjahat pada beberapa aksinya. Dua tahun kemudian film legendaris tentang dinosaurus, Jurassic Park juga memberikan efek visual yang mengagumkan pada makhluk purba itu sehingga tampak betul-betul hidup. Jurassic Park membawa revolusi pada industri perfilman dan Hollywood bertransisi dari animasi konvensional menjadi teknik digital.
Tahun berikutnya, Forrest Gump, film drama dengan aktor tersohor Tom Hanks, juga memanfaatkan teknologi CGI untuk efek menghilangkan salah satu kaki Letnan Dan (dimainkan Gary Sinise) agar tampak pincang betulan. Efek lainnya adalah pergerakan bola ping-pong yang sangat cepat ketika dimainkan oleh Tom Hanks. Bahkan, adegan dengan efek bulu melayang di udara merupakan garapan sebuah studio animasi di Bandung.
Digital grading
CGI pun semakin mendarah daging dalam industri perfilman modern selanjutnya. Mulai tahun 2000-an, CGI memegang peran dominan untuk pemberian efek visual pada sebuah film.
Teknologinya pun berkembang sehingga memungkinkan dalam sebuah adegan berbahaya, sang aktor digantikan oleh aktor ciptaan komputer dengan perbedaan yang tidak kentara. Figuran yang diciptakan dengan komputer seperti pada triloginya Peter Jackson, Lord of The Ring, pun banyak dipakai untuk menciptakan adegan keramaian penuh sesak, tentu dengan bantuan perangkat lunak simulasi.
Salah satu efek CGI dalam film yang kurang dikenal, namun penting, adalah digital grading. Dengan efek ini warna asli hasil shooting direvisi menggunakan perangkat lunak untuk memberikan kesan sesuai dengan skenario. Contohnya wajah Sean Bean (pemeran Boromir) dalam The Lord of the Rings: the Two Tower ketika mati dibuat lebih pucat. Jadi, tidak dengan trik kosmetik, tetapi dengan polesan komputer.
Lantas, bagaimana dengan mimik wajah yang bisa mengekspresikan perasaan haru, sedih, ataupun gembira pada tokoh ciptaan komputer? Dalam pembuatannya, animasi komputer mengkombinasikan vektor grafik dengan pergerakan yang sudah terprogram. Bagian-bagian utama seperti pada wajah, tangan, kaki, dll terdiri dari sejumlah variabel animasi yang akan dikendalikan dengan pemberian nilai tertentu untuk menampilkan ekspresi atau mimik wajah yang dikehendaki.
Tokoh Woody dalam Toy Story terdiri dari 700 variabel animasi dengan 100 variabelnya sendiri untuk wajahnya saja. Jadi, tidak heran berbagai ekspresi wajah seperti tertawa, terkejut, dan sedih bisa dibuat dengan mempermainkan 100 variabel tadi.
Untuk teknologi lighting film, produsen-produsen film banyak yang menggunakan lampu blitz yang berdaya listrik besar, karena dengan daya yang sangat besar akan mempengaruhi intensitas cahaya dan penerangan yang dapat menghasilkan kualitas gambar yang baik. Selain menggunakan lampu blitz yang bedaya listrik besar, kualitas gambar dapat di pengaruhi oleh pengaturan jarak lampu dengan camera.
Langganan:
Postingan (Atom)
